Makna Ar Ruum: 21
Saturday, June 2nd, 2007
Sebagai bentuk rasa syukur atas Walimatul Ursyi kami (Rizal &Ghita)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk
kalian dari anfus (jiwa-jiwa) kalian sendiri, azwaaj (pasangan hidup),
supaya kalian ber-sakinah kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian
mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar Ruum 30:21)
Ayat inilah yang menjadi manhaj sebagai alur dalam merayakan cinta.
Sebuah ayat yang sering menghias indah undangan walimah. Untuk
menghayati maknanya, mari kita simak uraian ringkas oleh Salim A. Fillah dalam
buku Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim dengan kata-kata kunci sebagai
berikut:
1. Min anfusikum. Dari jiwa-jiwa kalian.
Artinya, hal pertama yang dibicarakan Al Qur’an tentang pernikahan
dua manusia adalah kesejiwaan. Ruh itu, kata Nabi seperti tentara, jika
kode sama, sandinya nyambung. Meskipun belum saling melihat mereka pasti
bersepakat. Jika tidak, ya tembak dulu, urusan belakangan. Nah, apa sih
kode dan sandi untuk ruh? Yaitu komitmen kepada Allah dan agamanya. Itu
saja. Itulah kesejiwaan.
2. Azwaajan. Pasangan hidup.
Tak berlama-lama, sesudah kesesuaian jiwa, Al Qur’an segera
mengatakan bahwa mereka menjadi suami isteri. Sebuah ungkapan yang mengandung
hikmah sebagai berikut, ”Orang selalu berpikir, bahwa kita harus
mencari pasangan yang tepat, maka hubungan akan berhasil. Berhentilah mencari
orang yang tepat. Mulai sekarang, jadikan orang di dekat Anda yang
memang hebat itu menjadi orang yang tepat!” Hal ini mengajari kita
menjadi manusia yang lebih tinggi, manusia yang ’menjadikan’, bukan
sekedar ’mencari’.
3. Litaskunuu ilaihaa. Supaya kalian tenteram, tenang, padanya.
Unik sekali. Kata hubung yang dipakai adalah huruf lam (li) yang
menunjukkan otomatis. Kata Allah, kalau pernikahan dimulai dari kesejiwaan,
maka otomatis seorang suami akan merasakan ketentraman pada istrinya,
dan seorang istri akan merasakan ketenangan pada suaminya. Apa sih
sakinah itu? Sederhananya, sakinah inilah yang disebut separuh agama
seseorang. Dengannya, seorang insan bisa mengoptimalkan potensinya untuk
menjadi ibadurrahman sekaligus khalifatu fil ardh. Tenteram karena gejolak
syahwat telah menemukan saluran yang halal dan thayyib, tenang karena ada
sahabat lekat yang siap mendukung perjuangan.
4. Wa ja’ala bainakum mawaddatan. Kemudian ada yang harus diproses,
diupayakan, yakni mawaddah.
Apa itu mawaddah? Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memang kekurangan
kosakata untuk cinta. Hanya cinta dan love. Padahal bahasa Arab punya
empat belas. Dengan membandingkan pemaknaan Ibnul Qayyim Al Jauziyah
terhadap mawaddah dalam buku Raudhatul Muhibbin dengan salah satu jenis
cinta yang disebut Erich Fromm dalam The Art of Loving sebagai cinta yang
erotis-romantis, ternyata bisa disejajarkan. Jadi mawaddah adalah cinta
yang erotis-romantis. Bentuknya bisa ekspresi yang paling bathin sampai
paling zhahir.
5. Wa (ja’ala bainakum) rahmatan. Yang harus diusahakan bukan cuma
mawaddah tapi juga rahmah.
Rahmah ini juga cinta, bukan sekedar kasih sayang. Cinta yang
bagaimana? Cinta yang seperti lagu, kasih ibu kepada beta tak terhingga
sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Inilah cinta yang memberi
-bukan meminta-, berkorban –bukan menuntut-, berinisiatif –bukan
menunggu-, dan bersedia-bukan berharap-harap- .
Itulah sekilas uraian untuk meraih barakah dalam pernikahan yang
dituntunkan dalam kitab yang berisi banyak rumus canggih, Al Qur’an.
Sehingga, pernikahan pun berhak mendapat doa keberkahan yang diajarkan
Rasulullah, ”Barakallaaku laka, wa barakallahu ’alaika, wa jama’a
bainakuma fii khaiir.”
Kini berpadulah dua hati dalam mahligai cinta
Ikatan nan agung sempurna sebagian agama
Allah telah menghalalkanmu menjadi pendamping bagiku
Dan kau pun tlah mengikhlaskanku menjadi pendampingmu
(Nuansa: Mahligai Cinta)
Dengan pernikahan barakah, setiap episode dalam perjalanan bahtera
rumah tangga akan membawakan kebahagiaan. Barakah itu membawa senyum
meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah
kejengkelan. Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat
dada kita sesak oleh masalah. Barakallahu lakum, amin.
dari milist sehati